PolitikSumut

DPRD Sumut Gelar Rapat Paripurna Dengan Agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA – PPAS APBD Pemprovsu 2021

Medan, (faktaonline.com) – DPRD Sumatera Utara menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah Provinsi Sumatera Utar (Pemprovsu) dan DPRD Sumatera Utara tentang Nota Kebijakan Umum Anggaran Proiritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Pemprovsu tahun anggaran 20201,di Gedung DPRD Sumut JLan Dipenogoro Medan, Selasa (17/11/2020).

Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi dan pimpinan DPRD Sumatera Utara yang terdiri Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara yakni Drs Misno Adi Syahputra, Harun Mustafa Nasution dan Rahmansyah Sibarani melakukan penandatanganan bersama terhadap nota kesepakatan KUA-PPAS APBD Pemprovsu tahun anggaran 20201 dengan pendapatan lebih Rp 13,5 triliun.

Penandatangan nota kesepakatan di saksikan anggota DPRD Sumatera Utara dan pimpinan OPD di jajaran Pemprovsu yang hadir di rapat paripurna itu.

Edy optimis proyeksi pendapatan KUA-PPAS APBD TA 2021 sekira Rp13 triliun mampu tercapai, sehingga pembangunan di Sumut bisa berjalan lancar.
“Selama pandemi Covid-19, perekonomian Sumut sangat terdampak. Di tahun 2021, kita akan berjuang keras memulihkannya dan melanjutkan pembangunan Sumut. Untuk itu, kita akan bekerja keras agar target yang telah kita bahas tercapai,” kata Gubsu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III terhadap triwulan III 2019 mengalami kontraksi sebesar 2,60%. Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya ada peningkatan 3,13%. Untuk memulihkan ekonomi, Gubsu tetap fokus sektor lapangan kerja, pendidikan, infrastruktur, kesehatan agraria, dan pariwisata.

Usai kesepakatan ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) beserta OPD akan menindaklanjuti dengan menyiapkan Ranperda R-APBD TA 2021. Selain itu, Pemprovsu juga akan menyiapkan dokumen penganggaran sesuai skala prioritas. “Sesuai visi misi Pemprovsu, melalui sektor-sektor tersebut dan ditindaklanjuti oleh OPD kita, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumut bisa terus meningkat,” kata Edy.

Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Sumut, Nirmala Siregar, menyebutkan pendapatan daerah sebesar Rp13,517 triliun dan belanja mencapai Rp13,749 triliun, sehingga terjadi defisit sekira Rp232 miliar. Pembiayaan Rp232 miliar dan penerimaan pembiayaan Rp439 miliar. Pengeluaran pembiayaan diproyeksikan Rp207 miliar, sehingga pembiayaan netto Rp232 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, selaku pemimpin rapat paripurna mengatakan Pemprovsu dan Badan Anggaran telah membahas hal ini sejak pertengahan tahun. Selain menandatangani Nota Kesepakatan, rapat paripurna juga ditandai pelantikan Wakil Ketua DPRD Sumut Misno Adisyah menggantikan Salman Alfarisi. (fajaruddin batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *